SUMBER INFO : http://pramukaklaten.or.id/
3 Program Prioritas Prof. Suyatno, M.Pd sebagai Ka Pusdiklatnas Gerakan Pramuka
Sumber : http://pramuka.or.id/2017/
Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Nasional Gerakan Pramuka (Kapusdiklatnas), Prof. Suyatno, MPd (Foto: Kak Sis/Humas Kwarnas)
PRAMUKA.OR.ID, JAKARTA – Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Nasional Gerakan Pramuka (Kapusdiklatnas), Prof. Suyatno, MPd, mengatakan, dirinya telah membuat tiga program prioritas pada awal masa jabatannya.
Program pertama adalah menjadikan para
pelatih, pembina, anggota dewasa yang ramah dengan dunia digital. Kedua,
mendorong mereka untuk berkarya, untuk membuat artefak-artefak.
Misalnya karya berupa buku, permainan, dan lagu.
“Yang pertama sesuai yang selalu digaungkan kak Adhyaksa Dault, yaitu rebranding melalui media sosial, pelatih-pembina tidak boleh alergi dengan digital. Kedua, menjadikan sumber daya manusia yang selalu berkarya,” demikian ungkapnya saat diwawancarai disela kegiatan ToT, TRW, Jakarta, Jum’at (27/1)
Program ketiga adalah membentuk sosok
pembina teladan. Menurut dia, hal ini bisa diterapkan dengan menunjukkan
kepribadian yang asli sebagai bentuk representasi dari budaya bangsa.
Pelatih-pembina yang profesional dan menerapkan sistem among Pramuka.
Lebih lanjut, Guru Besar Sastra Anak
yang gemar blusukan ke gugus depan pelosok ini mengatakan, untuk
mewujudkan itu, langkah awalnya adalah merelevansikan 3 sumber belajar.
Yaitu sumber belajar dari alam, dari manusia dan dari buku.
“Saya akan jadikan pusdiklatnas sumber
belajar yang nyaman. Terkait sumber belajar dari alam, kami telah
mengubah beberapa gudang kayu jadi pendopo belajar. Sumber manusia, kita
akan bentuk pelatih unggul yang tajam analisisnya melalui berbagai
pelatihan. Sumber buku, tidak lepas kemungkinan kita akan membuat
perpustakaan berisi buku-buku kepramukaan yang lengkap,” bebernya.
(HA/Humas Kwarnas)
Syarat Peserta Raimuna 2017 Diprotes, Ini Komentar Ka. Pusdiklatnas
Sumber Artikel : http://pramuka.or.id/
PRAMUKA.OR.ID, JAKARTA
-Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah menentukan kebijakan bahwa
syarat peserta Raimuna Nasional Gerakan Pramuka 2017 adalah anggota
Pramuka yang sudah mencapai tingkat Garuda.
Terkait kebijakan ini, muncul
ketidaksetujuan dari beberapa Pembina di media sosial. Syarat ini
Dianggap terlalu berat mengingat waktu yang juga mepet.
Mengenai hal itu, Kak Prof. Suyatno,
M.Pd, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional menyatakan
dukungannya dengan syarat Peserta Rainas 2017. Bahkan, menurutnya,
pembina semestinya “bertepuk tangan”, karena syarat Rainas adalah
Pramuka Garuda.
“Saya apresiasi berbagai perbedaan pendapat soal syarat, saya sangat yakin itu semua demi kebaikan dan suksesnya rainas. Tapi sebenarnya, Garuda itu kewajiban seorang pembina, jadi ada Rainas atau tidak, pembina wajib menggarudakan peserta didiknya,” demikian ungkapnya di sela-sela kegiatan ToT, di TRW, Jakarta, Jumat (27/1).
Menurut Suyatno, tingkatan garuda itu
adalah haknya peserta didik. Ketika Gugus Depan tidak ada satupun
Pramuka tingkat Garuda, berarti pembina telah melanggar hak anak.
“Gugus depan itu ada dua fungsi, yaitu
satuan pendidikan dan satuan organisasi. Kalau tidak ada Pramuka Garuda,
berarti pembina itu melanggar hak anak sekaligus tidak menjalankan
fungsi gugus depan sebagai satuan pendidikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, menganai kekhawatiran akan
banyak Pramuka Garuda karbitan di Rainas, kak Suyatno menyarankan untuk
tidak “suudzon” alias berburuk sangka. “Kita harus percaya, ‘be
positif’. Jika memang dapat informasi ada, kita berikan saran. Bukan
dimusuhi,” ungkapnya.
JOGSA SCOUT COMPT













