Lomba Tingkat III Kwarcab Klaten 2017

SUMBER INFO : http://pramukaklaten.or.id/



PEMBERITAHUAN

Atas dasar keputusan Rapat Pengurus Harian Kwarcab Klaten pada Rabu/ 25 Januari 2017. bahwa setelah mengalami penundaan, Lomba Tingkat III Kwarcab Klaten ditetapkan pelaksanaannya pada :

Jumat s.d. Minggu/ 10 s.d. 12 Februari 2017

dj Bumi Perkemahan Kepurun, Manisrenggo, Klaten.
Bagi gudep-gudep yang belum mendaftar, ditunggu untuk segera mendaftar s.d. Sabtu 4 Februari 2017 pukul 12.00 WIB.
Surat resmi pemberitahuan  ini akan segera dikirim ke gudep-gudep yang telah terdaftar.
 
Surat Penundaan

DOWNLOAD LOMBA TINGKAT III

Share:

3 Program Prioritas Prof. Suyatno, M.Pd sebagai Ka Pusdiklatnas Gerakan Pramuka

Sumber : http://pramuka.or.id/2017/


Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Nasional Gerakan Pramuka (Kapusdiklatnas), Prof. Suyatno, MPd (Foto: Kak Sis/Humas Kwarnas)
PRAMUKA.OR.ID, JAKARTA – Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Nasional Gerakan Pramuka (Kapusdiklatnas), Prof. Suyatno, MPd, mengatakan, dirinya telah membuat tiga program prioritas pada awal masa jabatannya.
Program pertama adalah menjadikan para pelatih, pembina, anggota dewasa yang ramah dengan dunia digital. Kedua, mendorong mereka untuk berkarya, untuk membuat artefak-artefak. Misalnya karya berupa buku, permainan, dan lagu.

“Yang pertama sesuai yang selalu digaungkan kak Adhyaksa Dault, yaitu rebranding melalui media sosial, pelatih-pembina tidak boleh alergi dengan digital. Kedua, menjadikan sumber daya manusia yang selalu berkarya,” demikian ungkapnya saat diwawancarai disela kegiatan ToT, TRW, Jakarta, Jum’at (27/1)

Program ketiga adalah membentuk sosok pembina teladan. Menurut dia, hal ini bisa diterapkan dengan menunjukkan kepribadian yang asli sebagai bentuk representasi dari budaya bangsa. Pelatih-pembina yang profesional dan menerapkan sistem among Pramuka.
Lebih lanjut, Guru Besar Sastra Anak yang gemar blusukan ke gugus depan pelosok ini mengatakan, untuk mewujudkan itu, langkah awalnya adalah merelevansikan 3 sumber belajar. Yaitu sumber belajar dari alam, dari manusia dan dari buku.
“Saya akan jadikan pusdiklatnas sumber belajar yang nyaman. Terkait sumber belajar dari alam, kami telah mengubah beberapa gudang kayu jadi pendopo belajar. Sumber manusia, kita akan bentuk pelatih unggul yang tajam analisisnya melalui berbagai pelatihan. Sumber buku, tidak lepas kemungkinan kita akan membuat perpustakaan berisi buku-buku kepramukaan yang lengkap,” bebernya. (HA/Humas Kwarnas)
Share:

Syarat Peserta Raimuna 2017 Diprotes, Ini Komentar Ka. Pusdiklatnas

Sumber Artikel : http://pramuka.or.id/ 

PRAMUKA.OR.ID, JAKARTA -Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah menentukan kebijakan bahwa syarat peserta Raimuna Nasional Gerakan Pramuka 2017 adalah anggota Pramuka yang sudah mencapai tingkat Garuda.
Terkait kebijakan ini, muncul ketidaksetujuan dari beberapa Pembina di media sosial. Syarat ini Dianggap terlalu berat mengingat waktu yang juga mepet.
Mengenai hal itu, Kak Prof. Suyatno, M.Pd, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional menyatakan dukungannya dengan syarat Peserta Rainas 2017. Bahkan, menurutnya, pembina semestinya “bertepuk tangan”, karena syarat Rainas adalah Pramuka Garuda.
“Saya apresiasi berbagai perbedaan pendapat soal syarat, saya sangat yakin itu semua demi kebaikan dan suksesnya rainas. Tapi sebenarnya, Garuda itu kewajiban seorang pembina, jadi ada Rainas atau tidak, pembina wajib menggarudakan peserta didiknya,” demikian ungkapnya di sela-sela kegiatan ToT, di TRW, Jakarta, Jumat (27/1).
Menurut Suyatno, tingkatan garuda itu adalah haknya peserta didik. Ketika Gugus Depan tidak ada satupun Pramuka tingkat Garuda, berarti pembina telah melanggar hak anak.
“Gugus depan itu ada dua fungsi, yaitu satuan pendidikan dan satuan organisasi. Kalau tidak ada Pramuka Garuda, berarti pembina itu melanggar hak anak sekaligus tidak menjalankan fungsi gugus depan sebagai satuan pendidikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, menganai kekhawatiran akan banyak Pramuka Garuda karbitan di Rainas, kak Suyatno menyarankan untuk tidak “suudzon” alias berburuk sangka. “Kita harus percaya, ‘be positif’. Jika memang dapat informasi ada, kita berikan saran. Bukan dimusuhi,” ungkapnya.
Share:

JOGSA SCOUT COMPT

JOGSA SCOUT COMPT

JAYA SAKTI :

INSYA ALLOH DARI SINI AKAN LAHIR PARA PEMIMPIN MASA DEPAN - Passus Jogsa

Pengikut